Selasa, 20 Juni 2017

INTERNET PROTOCOL ADDRESS

➤ IP Address


IP Address atau yang biasa dikenal dengan Internet Protocol dapat diartikan sebagai aturan penomoran ataupun alamat yang digunakan oleh komputer yang terhubung dalam jaringan. Aturan penomoran ini diatur oleh suatu badan instanti pengelola IP Address. Alamat IP ini terbagi dalam beberapa bagian yang disebut dengan Class.

Penggunaan IP Address di seluruh dunia dikoordinasi oleh lembaga sentral Internet yang di kenal dengan IANA (Internet Assigned Numbers Authority). Badan-badan yang mengawal IP dibawah IANA adalah:

1) APNIC (Asia Pacific Network Information Centre) kawasan Asia / Pacific.
2) ARIN (American Registry for Internet Numbers) kawasan Amerika Utara dan Afrika.
3) LACNIC (Regional Latin-American and Caribbean IP Address Registry) kawasan Amerika Latin
    dan beberapa kepulauan Karibia.
4) RIPE NCC (Reseaux IP Europens) kawasan Eropa, Asia tengah, and Afrika utara.

Ada 3 kelas address yang utama dalam TCP/IP, yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Perangkat lunak 
Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari 
IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut;


1. Class A
2. Class B
3. Class C
4. Class D dan
5. Class E

Berikut merupakan tabel keterangan mengenai Class IP address


Pembagian class IP address
Range 127 digunakan untuk IP loopback, yaitu sebagai test koneksi pada LANCard komputer 
dengan mengetikkan "PING 127.0.0.1"  

Panjang dari alamat IP adalah 32 bit, dimana panjang bit tersebut dibagi menjadi 4 bagian yang disebut dengan "Notasi Empat Titik". Jadi, setiap notasi terdiri dari 8 bit (bilangan biner). Notasi ini lah yang nantinya akan menjadi patokan dalam menentukan Network Identifier (Net-id) maupun Host Identifiernya (Host-id).
Panjang Bit Internet Protocol Versi 4 (IPv4)

Dalam penerapannya, penulisan IP address pada komputer merupakan bentuk representasi dari bilangan biner ke bilangan desimal. Oleh karena itu sangat diperlukan pengetahun mengenai konversi bilangan biner ke desiman maupun sebaliknya. Pada setiap notasi, batas maksimal penomoran untuk IP yaitu sesuai dengan jumlah bit yang tersedia. Range penomoran ini adalah dari 0 - 255 untuk bilangan desimalnya. Jadi, untuk setiap notasi hanya dapat menggunakan bilangan dari 0 sampai 255 baik untuk net-id maupun host-idnya.
Range bilangan desimal
Berikut merupakan contoh penerapan IP pada komputer yang terhubung dalam jaringan


Konfigurasi IP

Konfigurasi yang terlihat pada gambar di atas merupakan contoh penerapan IP menggunakan Class C. Materi selanjutnya akan membahas mengenai class tersebut..

➤ IP Address Class A


Alamat IP Class A merupakan alamat yang paling banyak memiliki jumlah Host ID, dan sedikit pada Network IDnya. Jika merujuk kepada jumlah bit yang terdapat pada IPv4, maka jumlah Net-id pada Class A adalah 8 bit. Sedangkan jumlah Host-id sebanyak 24 bit.
Jumlah net-id dan host-id IP class A

Kelas A adalah jika bit pertama bernilai 0, kelas ini untuk konfigurasi jaringan yang berskala besar. Dari angka 0 sampai 7 bit berikutnya merupakan bit network dan 24 bit selanjutnya dinamakan bit 
host. Dengan demikian hanya ada 128 network kelas A, yakni dari nomor 0.xxx.xxx.xxx sampai 
127.xxx.xxx.xxx, tetapi setiap network dapat menampung lebih dari 16 juta (2563) host (xxx adalah 
variabel, nilainya dari 0 s/d 255). Range addressnya mulai dari 1 - 126.

IP Class A
Nilai biner 0 menandakan range alamat IP class A dari 0-126 sesuai dengan nilai desimalnya
pahami kembali konversi nilai biner ke desimal

➤ IP Address Class B

Kelas B adalah jika 2 bit pertama bernilai 10, maka 14 bit berikutnya (16 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 16 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 16 ribu network kelas B (64 x 256), yakni dari network 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx. Setiap network kelas B mampu menampung lebih dari 65 ribu host (2562). kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala menengah sampai yang berskala besar. Range addressnya mulai dari 128 - 191.

IP Class B
Nilai biner 10 menandakan range alamat IP class A dari 128-191 sesuai dengan nilai desimalnya
pahami kembali konversi nilai biner ke desimal

➤ IP Address Class C

Kelas C adalah jika 3 bit pertama bernilai 110, maka 21 bit berikutnya (24 bit pertama) merupakan bit network sedangkan 8 bit terakhir merupakan bit host. Dengan demikian terdapat lebih dari 2 juta network kelas C (32 x 256 x 256), yakni dari nomor 192.0.0.xxx sampai 223.255.255.xxx. Setiap network kelas C hanya mampu menampung sekitar 256 host. kelas ini untuk konfigurasi jaringan berskala kecil. Range addressnya mulai dari 192-223.
IP Class C
Nilai biner 110 menandakan range alamat IP class A dari 191-223 sesuai dengan nilai desimalnya
pahami kembali konversi nilai biner ke desimal

➤ Network Identifier 

Network Identifier (net-id) merupakan notasi yang digunakan sebagai kelompok jaringan yang terhubung lansung oleh perangkat komputer dalam jaringan (tanpa gateway).
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 167.205.9.35. Tanpa memakai subnet, network address dari host ini adalah 167.205.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (167.205) untuk menentukan kemana paket tersebut harus dikirimkan.
Contoh: untuk kelas C, network address untuk IP address 202.152.1.250 adalah 202.152.1.0.

Penerapan Net-id

➤ Host Identifier 

Host Identifier (host-id) merupakan notasi yang digunakan sebagai urutan penomoran yang digunakan oleh perangkat komputer yang terhubung dalam jaringan. Dalam hal ini, jika melakukan konfigurasi dalam jaringan, jika jaringan tersebut masih dalam ruang lingkup jaringan lokal (Local Area Network) maka Alamat Net-id harus sama, sedangkan Alamat Host-id harus berbeda.
Contoh: untuk class C jika terdapat alamat IP 202.152.1.0-255, maka angka 1-254 merupakan IP host-id yang valid untuk digunakan, karena nilai 0 adalah untuk net-id sedangkan nilai 255 adalah untuk alamat broadcast-id


Penerapan Host-id


➤ Netmask 

Netmask atau Subnetmask Adalah address yang digunakan untuk melakukan masking / filter pada proses pembentukan routing supaya kita cukup memperhatikan beberapa bit saja dari total 32 bit IP Address. Artinya dengan menggunakan netmask tidak perlu kita memperhatikan seluruh (32 bit) IP address untuk menentukan routing, akan tetapi cukup beberapa buah saja dari IP address yg kita perlu perhatikan untuk menentukan kemana packet tersebut dikirim.

Class A :
11111111.0.0.0
255.0.0.0
Class B :
11111111.11111111.0.0
255.255.0.0
Class C :
11111111.11111111.11111111.0
255.255.255.0

Berikut merupakan contoh penerapan subnetmask;

Penerapan Subnetmask

➤ Broadcast Address

Pada dasarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima paket : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada. Address broadcast diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

➤ Gateway

Gateway adalah sebuah perangkat yang digunakan sebagai media untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu ataupun beberapa jaringan komputer lainnya yang menggunakan sistem protokol yang berbeda sehingga setiap jaringan komputer dapat saling mengakses informasi yang dimiliki oleh jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda.
Fungsi Gateway dalam Jaringan Komputer jika dikaji dari pengertiannya, maka fungsi gateway adalah sebagai media untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan jaringan komputer lainnya yang berbeda protokol

Router digunakan sebagai default gateway oleh komputer A dan komputer B

Berikut penulis berikan contoh penerapan konfigurasi IP pada perangkat komputer dalam jaringan.

Skema jaringan komputer


Semoga bermanfaat...
Terima kasih...
Ttd:
Penulis







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

ROUTING EIGRP AND ROUTE SUMMARIZATION