Selasa, 20 Juni 2017

KONSEP DAN PENERAPAN SUBNETTING

SUBNETTING

Subnetting adalah pembagian porsi host-id pada IP address menjadi beberapa bagian. Beberapa bit dari bagian Host ID dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian NetID.

Cara ini menciptakan sejumlah NetID tambahan dan mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap jaringan tersebut. Gambar di bawah adalah contoh sebuah jaringan dengan IP Address 172.16.0.0/?

Gambar tersebut menunjukkan bahwa jaringan tersebut hanya memiliki satu IP jaringan yaitu 172.16.1.0 (Kelas B). Jadi untuk HostID akan menggunakan NetID sebagai acuan pembagian IP Address dalam jaringan tersebut.
Dengan Subnetting, sebuah alamat jaringan tunggal ini dapat dipecah menjadi banyak sub jaringan (sub network, atau disingkat dengan subnet). Gambar di bawah adalah contoh sebuah jaringan yang dipecah menjadi beberapa sub jaringan.


Jumlah bit yang dipinjam ini dapat bervariasi yang ditentukan oleh nilai subnet mask. Sebagai contoh, NetID kelas B yaitu 172.16.0.0, subnetting dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Bit-bit yang dipinjam dari HostID untuk membuat alamat subnet

Sebelum dilakukan subnet, nilai bit pada IP tersebut adalah : 
172.16.00000000.00000000/16
Setelah dilakukan subnet, maka nilai bit menjadi : 
172.16.10000000.00000000/17 

Beberapa alasan membangun subnetting ialah sebagai berikut :

1) Mereduksi Trafik Jaringan
Broadcast secara berkesinambungan dikirim ke semua host yang ada di jaringan dan sub jaringan.
Saat trafik broadcast mulai mengasumsi begitu banyak bandwidth tersedia, maka administrator perlu
mengambil langkah subnetting untuk mereduksi ukuran broadcast domain tersebut.
2) Mengoptimasi Performansi Jaringan
Sebagai hasil dari reduksi jaringan, maka otomatis akan diperoleh performansi jaringan lebih baik.
3) Memudahkan manajemen
Dengan membagi-bagi jaringan diharapkan akan memudahkan administrator dalam mengatur jaringan terutama untuk keperluan identifikasi.
4) Mengefektifkan jaringan yang dibatasi area geografis yang luas


Hal pertama yang harus diketahui untuk melakukan subnetting adalah mengingat nilai dari bit-bit Subnet Mask. Nilai ini yang akan dijadikan panduan untuk proses subnetting. Perhatikan tabel di bawah ini.

Konversi biner ke desimal
Berdasarkan tabel di atas, nilai Subnet Mask yang digunakan untuk subnetting adalah 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, dan 255.
Dengan demikian, kemungkinankemungkinan subnet yang tersedia seperti pada tabel di bawah ini.


Tabel prefix
Penghitungan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi perhitungan tentang subnetting dapat diurutkan sebagai berikut :


➨ Jumlah Subnet = 2^x
Di mana x adalah banyaknya bit 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, 
dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2^2= 4 subnet


➨Jumlah Host per Subnet = 2^y - 2, 

Di mana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya bit 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host



Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128 + 64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.


Contoh Subnetting Kelas C

Apabila terdapat IP sebagai berikut: 192.168.10.0/26, maka untuk menentukan Kelas dan Subnet Mask dari IP tersebut adalah sebagai berikut:

IP 192.168.10.0 tergolong IP dari kelas C. 
Subnet Mask /26 berarti, jika dituliskan ke dalam biner adalah;

11111111.11111111.11111111.11000000 → 255.255.255. ?

128+64 = 192 (lihat Tabel konversi biner desimal

Sehingga Subnet Mask adalah 255.255.255.192

Alamat host dan broadcast yang valid dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Sebagai catatan, Host-ID pertama adalah 1 angka setelah subnetwork (Net-ID), dan Broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Tabel hasil subnet dengan prefix /26

Dengan prefix /26 maka subnetmask pada masing-masing IP menjadi 255.255.255.192

Setelah dilakukan pembagian dengan subnetting, maka IP yang terdapat pada masing-masing subnet tidak lagi dapat terkoneksi. Agar masing-masing IP dapat terkoneksi maka diperlukan suatu perangkat untuk menjembatani masing-masing subnet tersebut. Perangkat tersebut adalah Gateway.

Pembahasan mengenai Gateway akan dibahas pada materi selanjutnya... ^_^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

ROUTING EIGRP AND ROUTE SUMMARIZATION