Senin, 17 Juli 2017

ROUTING INFORMATION PROTOCOL (RIP)

Routing Information Protocol (RIP) 

RIP adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP).
Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453).
Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS.

RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).
Router mendapatkan informasi dari router yang berhubungan dengan dia secara langsung tentang keadaan jaringan router tersebut
Berdasarkan informasi tetangga tersebut mengolah tabel routing Informasi yang dihasilkan adalah jumlah jarak/hop yang dipakai untuk mencapai suatu jaringan
Konsep RIP
Asumsi router keadaan baru menyala. Awal router hanya punya informasi mengenai jaringan yang 
terhubung secara langsung dengan router itu sendiri.
Router A (RT-A), hanya punya informasi bahwa terdapat jaringan : 10.1.1.0/24 dan 10.1.2.0/24
Router B (RT-B), hanya punya informasi bahwa terdapat jaringan : 10.1.2.0/24 dan 10.1.3.0/24
RT-A tidak menemukan RT-B dan sebaliknya..

Konsep RIP

Cara Kerja Routing Information Protocol:

1. Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update routing dari gateway.
2. Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing .
3. Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke routing table .
4. Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil sebagai acuan.
5. Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada update dari gateway tersebut dalam waktu
tertentu.
6. Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update routing pada alamat broadcast di setiap 
network yang terhubung.

Karakteristik Routing Information Protocol

1. Distance vector routing protocol
2. Hop count sebagi metric untuk memilih rute
3. Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
4. Secara default routing update 30 detik sekali
5. RIP (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update.
6. RIP  tidak  memiliki  informasi  tentang  subnet  setiap  router.
7. RIP  tidak  mendukung  Variable  Length  Subnet  Masking  (VLSM), 
8. Ketika  pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal)
dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada

Skema jaringan RIP
IP dan Routing Table


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

ROUTING EIGRP AND ROUTE SUMMARIZATION